Kecamatan Karossa Dilanda Banjir, 4 Orang Meninggal Dunia
Infodesaku ǀ Karossa - Banjir bandang melanda 3 desa di Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Suawesi Barat, yakni Desa Salubiro, Desa Lara dan Desa Tassoko pada Selasa (19/11) tepat pukul 20.00 WITA. Akibat banjir ini, 32 rumah hancur, 1 orang hilang, 4 orang meninggal dunia.. Adapun korban meninggal, antara lain: Indo Sanna (25), Dahlia (40), Asse (30) dan Rizki (3th), sementara korban hilang bernama Rahma(5Th), keempatnya berasal dari Desa Tasokko.
Desa Salubiro mengalami kerusakan paling parah dibandingkan kedua Desa lainnya. Menurut berbagai sumber yang dihimpun redaksi Majalah Infodesaku pada Rabu (20/11/2013) sore, korban bencana banjir bandang untuk sementara mencapai 391 KK yang terdiri dari 1533 penduduk. Rumah Rusak berat 50 unit dan rumah rusak ringan 337 unit.
Pada beberapa tempat di lokasi bencana tampak beberapa warga membersihkan rumahnya yang terkena bencana banjir bandang sementara Tim SAR (Search And Rescue) masih
bergerak mencari korban banjir bandang yang belum ditemukan. Salah
satu warga bernama Tansir (50), mengaku baru menerima bantuan hanya
sekali berbentuk nasi bungkus.
"Belum ada perhatian pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dan Pemerintah ProvinsiSulawesi Barat kepada kami, para korban bencana banjir bandang", kata Tansir.
Adapun sarana pendidikan seperti SD Negeri Salubiro banyak mengalami kerusakan dan hingga saat ini sekolah diliburkan, menunggu sekolah selesai dibersihkan baru dimulai kegiatan belajar mengajar. (Redaksi Infodesaku Biro Mamuju Utara)
Desa Salubiro mengalami kerusakan paling parah dibandingkan kedua Desa lainnya. Menurut berbagai sumber yang dihimpun redaksi Majalah Infodesaku pada Rabu (20/11/2013) sore, korban bencana banjir bandang untuk sementara mencapai 391 KK yang terdiri dari 1533 penduduk. Rumah Rusak berat 50 unit dan rumah rusak ringan 337 unit.
Pada beberapa tempat di lokasi bencana tampak beberapa warga membersihkan rumahnya yang terkena bencana banjir bandang sementara Tim SAR (Search And Rescue) masih
bergerak mencari korban banjir bandang yang belum ditemukan. Salah
satu warga bernama Tansir (50), mengaku baru menerima bantuan hanya
sekali berbentuk nasi bungkus.
"Belum ada perhatian pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dan Pemerintah ProvinsiSulawesi Barat kepada kami, para korban bencana banjir bandang", kata Tansir.
Adapun sarana pendidikan seperti SD Negeri Salubiro banyak mengalami kerusakan dan hingga saat ini sekolah diliburkan, menunggu sekolah selesai dibersihkan baru dimulai kegiatan belajar mengajar. (Redaksi Infodesaku Biro Mamuju Utara)
0 komentar:
Posting Komentar