Kritik Akademisi, Petani Kulonprogo Bedah Buku di IPB
Infodesaku | Bogor - "Bumi adalah untuk dirawat, dimuliakan dan dipelihara. Bukan untuk dirusak. Bukan hanya untuk mengikuti nafsu rakus para penambang dan kaki tangannya. Anak cucu masih membutuhkan kehidupan, mereka butuh bahan makanan. Bukan bahan tambang..."Begitulah penggalan sinopsis buku "Menanam Adalah Melawan!" karya Widodo, yang pada Kamis (21/11/2013) siang tadi dibedah di Auditorium Sumardi Sastrakusumah, Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Buku "Menanam Adalah Melawan!" menceritakan tentang proses perjuangan petani Kulonprogo yang hingga saat ini tiada henti menolak pertambangan pasir besi yang dilakukan di lahan pertanian mereka. Selain itu, buku ini juga berisi kritikan terhadap "kaum akademisi" yang menurut Widodo, hanya datang ke Desa, ke masyarakat, hanya ketika ada kebutuhan untuk mengambil data atau kepentingan tugas akhir saja, dan ketika apa yang menjadi kebutuhan itu sudah dimiliki, mereka (kaum akademisi.red) dengan mudah saja pergi dan mengabaikan permasalahan sosial yang ada.
"Bertani atau Mati!", ujar Widodo dengan bersemangat saat membedah bukunya dihadapan mahasiswa yang hadir.
Selain Widodo, hadir sebagai pembahas, antara lain Dr. Ir. Gunawan Wiradi, M.Soc, Sc, pakar agraria Indonesia, dan Dr. Satyawan Sunito, dosen Institut Pertanian Bogor. Sebagai moderator adalah Eko Cahyono, aktivis di SAINS (Sajogyo Institut).
Menurut Wiradi, kondisi ke-agrarian kita sudah terlanjur carut-marut, sehingga harus diselesaikan secara drastis, yang artinya secara Nasional harus disusun grand desain. Semua pihak juga harus duduk bersama, mencari solusi untuk permasalahan agraria tersebut.
Gelaran acara bedah buku ini diinisiasi oleh Forum Mahasiswa Bersuara bersama Himafarin (Himpunan Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perairan) IPB dan didukung oleh berbagai pihak, termasuk diantaranya Koran Kampus IPB, dan Teater-Band IPOK, yang menampilkan pementasan teater dengan lakon "Prahara Kulonkono" sebagai pembuka acara diskusi.
"Forum Mahasiswa Bersuara atau FMB ini adalah wadah intelektual mahasiswa, tanpa terbatas harus mahasiswa IPB, dan tujuan acara kali ini sebenarnya ingin mengingatkan kepada mahasiswa agar peka terhadap pertanian", terang Luhur Nugroho, ketua panitia acara bedah buku. (bcb)

0 komentar:
Posting Komentar