Breaking News
Loading...
Selasa, 23 September 2014

Bupati Belitung Hapus Anggaran belanja pakaian PNS

Infodesaku | Tanjung Pandan - Anggaran pakaian Pengawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Belitung yang setiap tahun dimasukkan dalam APBD, untuk tahun 2015 mendatang kini sudah tidak diperuntukan lagi. Sebab, Bupati Belitung, H.Sahani Saleh.,S.Sos berencana akan mengalihkan anggaran tersebut untuk pembuatan pakaian adat Belitung. Pakaian adat Belitung ini nantinya akan dipergunakan oleh masing-masing PNS di setiap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah).

 Sehingga dengan adanya pakaian dinas berupa pakaian adat Belitung nantinya adat istiadat Belitung tetap terjaga. Bahkan tidak dipungkiri bahwa penerapan pakaian adat Belitung ini disetiap perangkat pemerintah nantinya akan menularkan kepada masyarakat Belitung secara keseluruhan. "Jadi hari-hari apa nanti seluruh perangkat pemerintah akan menggunakan pakaian adat Belitung, tapi saat sekarang ini belum, karena kalau kita ingin memerintahkan menggunakan pakaian adat, mereka belum punya," ungkap Bupati yang akrab disapa Sanem ini kepada media ini, Minggu (21/9) kemarin.

 Namun, kata Sanem, kini mengenai wacana tersebut dirinya telah memberikan himbauan kepada pada perangkat pemerintah, termasuk desa/kelurahan untuk mempersiapkan pakaian adat Belitung ini. Kendati hari apa saja pakaian itu wajib dipergunakan saat melaksanakan tugas, Sanem sejauh ini belum menetapkan. "Sekarang kita sudah mulai menghimbau agar mereka segera membuat pakaian adat, tapi kalau hari-hari dipergunakan akan diatur kembali, dan akan diwajibkan seluruhan perangkat pemerintah termasuk desa dan kelurahan," sebutnya.

 Mengenai anggaran, Sanem menyebutkan untuk pembuatan pakaian adat Belitung akan menggunakan APBD Belitung secara keseluruhan. Ini, lanjut dia, merupakan pengalihan anggaran dari pakaian dinas PNS untuk pembuatan pakaian adat Belitung. "Setiap tahun ada anggaran untuk pakaian dinas-dinas ini, tapi untuk tahun 2015 ini untuk anggaran pakaian dinas itu akan kita alihkan ke pembuatan pakaian adat. Kita juga membebaskan setiap SKPD ingin corak warna apa, tapi  modelnya pakaian adat belitung, kalau laki-laki tetap menggunakan baju kancing 5 yang kain diluar, kalau wanita pakek kebayak baju kurong," jelas Sanem.

 Menurut Sanem, dengan menerapkan penggunaan pakaian adat di setiap SPKD ini sebagai bentuk untuk menciptakan adat istiadat di Belitung secara optimal. Namun paling tidak, sambung Sanem, ini merupakan upaya dirinya untuk membangun budaya Belitung. "Kalau tidak ada upaya seperti itu susah juga. Kita lihat saja orang Bali dengan pakaian adatnya itu mencerminkan budaya mereka, kita harus seperti itu juga, karena dengan adanya pakaian adat ini paling tidak kita mencerminkan sisi Belitung. Ini juga nanti bukan tidak mungkin mengarah kepada masyarakat, tapi harus didahului oleh aparat pemerintah. Makanya yang kita prioritaskan APBD 2015 ini itu," jelasnya. | ANDAMA SY

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Desa Krocok All Right Reserved