Breaking News
Loading...
Selasa, 11 November 2014

"Mall Praktek" RS Citama Tambah Catatan Raport Merah


Kaki Korban malpraktek RS Citama sebelum membusuk

 Infodesaku | Citayam, Bogor - Selasa (4/11) bayi bernama Adira fani fajrina yang masih berumur 11 hari di bawa oleh pasangan Fajriansyah dan Anisa Hafni yang bertempat tinggal di Jln.Raya Citayam gg. Mesjid RT06/05 Ratujaya, Cipayung-Depok, ke R.S Citama di Ciyatam.  Dikarenakan setelah lahir, anaknya terlihat kekungingan yang mana juga di lahirkan di rumah sakit tersebut. Setelah dibawa ke rumah sakit tersebut, penangannya langsung di tangani oleh suster yang berada di ruang pemeriksaan.

Berdasarkan, hasil penjelasan dari saksi dan bapak si korban, yang melihat langsung kejadian. Penanganan yang dilakukan oleh suster yang melakukan pemasangan infus terhadap adek Adira. Dilakukan berulang kali, bisa di jelaskan posisi tusukan jarum infuse di bagian tangan kanan ada tiga tusukan, di tangan kiri ada tiga tusukan,siku lengan kanan bagian dalam ada empat tusukan dan menghitam seperti luka dalam, lalu di kaki bagian kiri dekat mata kaki. Suster bolak balik masuk ke ruangan penanganan bayi, dengan wajah yang sembari khawatir kata bapak si korban, yang saat itu sudah bingung melihat tindak tanduk suster yang keluar masuk, dan melakukan pemasangan infuse yang gagal terus.

Kaki Korban malpraktek RS Citamasetelah membusuk
Rabu (5/11), pihak keluarga mulai berdatangan dan melihat keadaan adek adira yang dirasa aneh penanganannya oleh suster tersebut. ketika melihat kondisi terkini adek adira ternyata terdapat luka lebam hitam di dekat mata kaki sebelah kiri kaki korban tersebut, dan mulai membengkak besar. Sontak kakak si korban yang biasa di panggil bang roman menanyakan perihal tersebut kepada dokter yang berjaga disana pada saat itu, lalu sang dokter langsung melihat keadaan adek adira yang selalu menangis terus menerus. Ketika di cek oleh dokter jaga, ternyata dokter pun sontak kaget, kenapa terdapat luka lebam hitam pada kaki kiri korban tersebut. Dan dokter mulai memanggil suster-suster yang menangani bayi adira ini, dan yang paling aneh selang tiga puluh menit semenjak kakak korban melihat dan memanggil dokter bengkak yang terdapat pada kaki korban tiba-tiba bisa kempes dalam tiga puluh menit setelah dokter masuk memeriksanya, pernyataan dari salah satu suster kakinya sudah di kompres biar tidak bengkak dan mengecil. 
 
Pihak keluarga korban di panggil oleh meneger pihak rumah sakit citama citayem dan mendapatkan surat peryataan, yang menyatakan bahwa mereka mengakui kejadian dan kelalaian petugas medis saat penangan bayi adira dan siap menangani pengobatan kaki bayi adira hingga sembuh tanpa dipungut biaya berobat, tetapi bayi adira tetap harus membayar adiministrasi penyakit pertamanya yaitu kulit yang kekuningan dan rawat inap bayi tersebut. Melalui mediasi terus menerus pihak keluarga menginginkan biaya adminstrasi semuanya di tanggung oleh pihak citama, tapi pihak citama tetap bersikukuh hanya menggratiskan biaya pengobatan kaki bayi, tetapi tidak untuk biaya rawat inap dan penyakit keluhan pertama bayi tersebut.

Semenjak berita ini diturunkan, selasa (11/11) informasi yang di dapat, pihak rumah sakit sedang konsultasi dengan dokter bedah mengenai perihal lebam hitam pada kaki bayi tersebut.| HERU PY

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2014 Desa Krocok All Right Reserved