Breaking News
Loading...
Sabtu, 31 Januari 2015

Pemkab Kabupaten Bandung Barat Bantah Selewengkan Dana Rutilahu

Infodesaku | KBB

Maraknya laporan warga tentang dugaan penyelewengan anggaran rutilahu membuat Yoga R Gandara Kepala Bidang Perumahan DCKTR KBB angkat bicara, menurut Yoga Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak terlibat langsung dalam
pelaksanaan proyek rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang anggarannya bersumber dari Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan APBD Provinsi Jawa Barat. "Kalau yang dari Kemenpera maupun dari provinsi, pengelolaannya bukan di kita. Setahu saya yang dari Kemenpera datanya dari konsultan, berdasarkan pengajuan desa. Sedangkan provinsi sama sekali kita tidak terlibat," tegasnya nya,

 program rutilahu dari Kemenpera belum ada di KBB. Kemungkinan karena ada pergantian mentri, sehingga belum ada kejelasan tentang ada atau tidaknya program rutilahu dari pemerintah pusat. Sedangkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) KBB, DCKTR mengajukan usulan 1.010 unit yang berasal dari pengajuan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan sekitar 700 unit dari aspirasi masyarakat.
tambahnya pada info desaku ."Kita belum tahu berapa yang bakal disetujui oleh Bapeda. Karena CPCL  (Calon Penerima dan Calon Lokasi)nya sampai sekarang belum kita terima dari Bapeda," terangnya.beberapa waktu lalu

Dalam pengajuan di APBD,  pihaknya mengajukan peningkatan besaran alokasi rutilahu, Pemkab Bandung Barat mengucurkan anggaran Rp3,5 juta per unit. Namun pada tahun 2015, dinaikan menjadi Rp5 juta, "Mudah-mudahan saja, yang akan turun di tahun ini sesuai dengan pengajuan kita," harapnya.

Kepala Seksi Pembangunan, Pembinaan Perumahan DCKTR KBB, Okeu Rakhmat menambahkan, hasil pendataan awal tahun 2008, jumlah Rutilahu di KBB mencapai 28.400 unit. Kemudian tahun 2011 bertambah menjadi 36.000 unit.
"Yang sudah digarap sampai sekarang itu jumlahnya sekitar 17.000. Oleh KBB 10.000 unit, sedangkan 7.000 unit lagi bantuan Kemenpera. Kalau bantuan dari provinsi tidak terdektesi karena tidak ada koordinasi dengan kita," cetusnya.
 | IWAN/AGUS W

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2014 Desa Krocok All Right Reserved