Breaking News
Loading...
Minggu, 12 Oktober 2014

Direktur RSUD Tanjungpandang,dr.Ikhwan Kaget Terimah SK Mendadak Bupati

Infodesaku | Tanjungpandan - Kabar pemberhentian Direktur RSUD dr H Marsidi Judono Belitung yang sebelumnya dijabat dr Ikhwan Gusnadi, secara langsung dibenarkan oleh Bupati Belitung, H.Sahani Saleh.,S.Sos.

 Sanem menegaskan jika dr Ikhwan tidak diberhentikan melainkan hanya dimutasi. Hal itu, adalah biasa dilakukan di lingkungan Pemkab Belitung. "Iya, itu bukan pemberhentian tapi hanya pertukaran saja," ucap Sanem kepada Media, Jumat (10/10).

 Disinggung mengenai pemberhentian lantaran persoalan-persoalan yang belakangan ini sering mencuat ke publik, Sanem kembali membantah hal itu. Menurut dia itu hanyalah ahli tugas yang diperuntukkan kepada dr Ikhwan Gusnandi. "Itu hanya ahli tugas saja, kemungkinan pengunduran dr Ikhwan juga karena selama ini tenaga medis kita teralihkan. Ya maksudnya jangan sampai konsentrasi dari dr Ikhwan ini yang awalnya untuk pelayanan, tau-tau lebih banyak urusan administrasi di pelayanan rumah sakit, jadi ada pertukaran lah," sebutnya.

Pertukaran posisi jabatan ini, dr Ikhwan Gusnadi kini kembali beralih menjadi tenaga fungsional sebagai dokter spesialis di RSUD dr H Marsidi Judono. Ini, kata Sanem mengingat dokter spesialis di RSUd dr H Marsidi Judono saat ini sedang kekurangan.

"Jadi tidak ada keterkaitan apa pun intinya, ini hanya persoalan setelah di telaah dan dari beliau sendiri juga bahwasannya konsentrasi sebagai untuk tenaga dokter spesialis kita kurang, jadi dialihkan. Untuk penggantinya sekarang sudah ada, tapi hanya Plt (Pelaksana tugas) yaitu dokter Hendra," terangnya.

Dikonfirmasi kepada dr Ikhwan Gusnandi mengenai kabar tersebut, dirinya membenarkan saat ini sudah tidak lagi menjabat sebagai direktur dr H Marsidi Judono Belitung. Meski demikian Ikhwan mengatakan bahwa dirinya bukanlah mengundurkan diri, melainkan diberhentikan dari jabatannya secara mendadak.

"Iya saya sudah diberhentikan sebagai direktur. Ini memang mendadak dan tidak ada satu hal seperti serah terima jabatan segala macam, mutasi, alih tugas seperti biasanya dari struktural ke fungsional, tidak ada. Ini semuanya mendadak, tiba-tiba saya dipanggil ini SK-nya diberhentikan," kata dr Ikhwan.

Secara pribadi, kata dr Ikhwan, dirinya selaku PNS (pegawai negeri sipil) menerima keputusan yang ditandatangani oleh Bupati Belitung ini. Bahkan dia tidak mempermasalahkan dengan adanya pemberhentian ini, kendati dia mengakui sempat kaget saat menerima SK (Surat Keputusan) tersebut lantaran diberikan secara dadakan dan belum mempersiapkan apapun.

"Ditempatkan dimana pun sesuai dengan sumpah saya, saya tidak ada masalah dengan pemberhentian ini. Cuma saya kanget karena mendadak saja, karena belum dipersiapkan dengan baik. Apalagi saat ini rumah sakit sedang dalam proses menuju wujud yang benar, sayangnya saya hanya disitu saja," keluh dia.

Dengan adanya pemberhentian ini, Menurut dr Ikhwan memang sebelumnya sudah dipertimbangkan oleh Bupati Belitung. "Mungkin itu sudah dipertimbangkan dengan matang, dan saya sendiri tidak masalah dengan itu," ujarnya.

Ditanya mengenai apakah ada keterkaitan dengan konflik yang sebelumnya sering terjadi, dr Ikhwan tidak menggubris hal itu. Meski demikian dia mengakui bahwa 30 orang dokter muda baru tersebut didatangkan olehnya untuk menambah tenaga medis.

"30 orang dokter muda baru itu saya yang mengusahakan supaya datang kesini dan itu tentu tidak ada hubungannya. Tapi kalau dengan mencuapnya kasus kemarin itu mungkin saling berkaitan," tukasnya.
 Ini disinyalir, lanjut dia, melihat dari rangkaian kejadian-kejadian sebelumnya sehingga para dokter melakukan aksi mosi tidak percaya kepada dirinya. Bahkan dr Ikhwan sendiri sudah membaca pergerakan itu sejak awal, sehingga kini dirinya terlengser dari jabatannya sebagai direktur. "Ya sudah bisa dibaca dari awal sampai sekarang. Memang saya rasa dalam tanda petik ya, yang berminat menjadi direktur tidak sabar. Apalagi kemarin ada musi tidak percaya, dan mungkin dengan itu bupati menanggap berhentilah," pungkasnya. | ANDAMA SY

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2014 Desa Krocok All Right Reserved