Breaking News
Loading...
Rabu, 08 Oktober 2014

Petani Terbelenggu Akibat Ketidakadilan Hukum di PN Malaksar

Infodesaku | Sulsel - Sekitar Tiga bulan lebih Abdullah yang terkurung di jeruji besi Rutan menunggu kepastian dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar akhirnya terkuak sudah. Pasalnya, Dakwaan yang diajukan oleh sang penuntut adalah pidana penjara selama satu setengah tahun.

Dakwaan yang dibacakan pada (2/10) yang lalu oleh JPU sangat disesalkan baik oleh keluarga maupun oleh rekan seprofesi Abdullah sebagai petani, karena bagaimanapun pihak jajaran kementerian kehutanan maupun kejaksaan telah dinilai tidak adil dalam menyikapi permasalahan yang sebenarnya.

"Saya tak sangka, kenapa Abdullah bisa terjerat hukum dengan dakwaan seberat itu, padahal sudah jelas dalam surat tuntutan Jaksa bahwa apa yang telah diderita Abdullah adalah ketelodoran pihak kehutanan sendiri. Kayaknya hukum di Indonesia sudah tidak sehat" ungkap salah satu sumber yang memahami betul kondisi status Taman Wisata Alam (TWA) Malino yang berada di Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal lain yang sangat disesalkan oleh rekan seprofesi Abdullah adalah ketidak adanya sosialisasi maupun petunjuk lain oleh pihak kehutanan sebelum melakukan penangkapan. "saya tidak mengerti tindakan SPORC kehutanan, seharusnya mereka bisa lebih bijaksana. Entah apa keinginan mereka menangkap Abdullah, padahal masih banyak yang lain kalau mau adil. Mustahil kalau hanya Abdullah yang didapat" ungkap salah seorang petani di salah satu kawasan TWA Sulawesi Selatan.

Istri Abdullah yang telah melakukan upaya perlindungan hukum lain masih tetap berharap agar lembaga di bawah naungan bendera merah putih ini mampu menolong suaminya. "surat pengaduan yang saya kirim ke komnasham, kementerian kehutanan, mahkamah agung dan presiden mudah-mudahan bisa menolong suami saya karena saya yakin ia tak bersalah", komentar sang istri yang telah memiliki tiga anak buah perkawinan dengan Abdullah.

Sementara dari informasi yang diperoleh dari sumber resmi bahwa agenda sidang dalam acara pembelaan Abdullah akan dilaksanakan pada 9 Oktober 2014 di Pengadilan Negeri Makassar.

Upaya pihak jajaran Kementerian Kehutanan dalam menegakkan supremasi hukum di Taman Wisata Alam Malino telah disinyalir menyimpan sebuah kejanggalan tindakan sepihak yang tidak mengedepankan nilai kemanusiaan, karena fakta dilapangan menunjukkan bahwa hingga kini ribuan jiwa telah menggantungkan hidupnya di TWA Malino. | ALBAR

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2014 Desa Krocok All Right Reserved