Breaking News
Loading...
Jumat, 03 Oktober 2014

Stok BBM Di Kabupaten Belitung, Diprediksi Hingga November

Infodesaku | Tanjungpandan - Stok BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi, khususnya di Kabupaten Belitung diperkirakan hanya cukup hingga November 2014 mendatang. Ini menyusul karena adanya perubahan kebijakan oleh Pemerintah Pusat yang tidak lagi memberikan subsidi kepada BBM.

Sehingga otomatis pada Desember 2014 mendatang para penikmati BBM subsidi harus siap-siap membeli BBM non subsidi. "Dari hitung-hitungan kita kemarin itu BBM subsidi hanya mampu sampai bulan November ini, habis itu tidak ada lagi subsidi," ungkap Bupati Belitung, H.Sahani Saleh.,S.Sos kepada Media, senin (29/9) kemarin.
 Tidak adanya BBM subsidi, menurut Sahani Saleh, lantaran terkendala anggaran dan kebijakan pemerintah pusat yang sudah tidak memberikan subsidi kepada BBM. Sehingga untuk solusi di daerah Sahani Saleh tidak memungkiri bahwa harus mengikuti kebijakan tersebut.

 "Ya kalau ternyata dipusat juga tidak mampu menganggarkan untuk subsidi, secara otomatis ya pemerintah daerah lebih-lebih tidak mampu. Ya mau tidak mau, imbasnya kemungkinan akan terjadi krisis BBM," ucapnya.
 Meski demikian, kata Sahani Saleh, antisipasi tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina Jober (Join bersama) Tanjungpandan untuk melakukan tambahan kepada stok BBM non subsidi. Mengenai BBM non Subsidi bupati menyakini tidak akan ada kelangkaan.

"Antisipasi kita cuma itu bisanya kembali ke non subsidi, soalnya yang subdisi ini nanti akan terjadi kelangkaan. Apalagi ini urusannya anggaran secara nasional yang akan habis jika subsidi terus menerus," ujarnya.

Sahani Saleh menyebutkan dengan tidak adanya lagi BBM subsidi diperkirakan olehnya akan berimbas kepada kenaikan harga bahan pokok lainnya. Sehingga secara inflansi akan mengalami peningkatan secara drastis, sebab Sahani Saleh tidak memungkiri bahwa BBM subsidi merupakan kunci dari perdagangan.

"Antisipasi kita ya mau tidak mau kembali ke BBM non subsidi. Kemarin diaptasi juga sudah berbicara lebih jauh untuk antisipasi soal semacam ini, gejolak yang akan terjadi, ya kita yang penting bagaimana pemerintah daerah ini bergening dan mencari solusi, terpenting mencari ketersediaan BBM itu harus ada," beber Sahani Saleh.
 Namun, lanjut Sahani Saleh bukan tidak mungkin nantinya di zaman pemerintahan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) bahwa muncul kebijakan lainnya mengenai anggaran BBM bersubsidi.

"Ya kita mau mana tau nanti, siapa tau beliau (Jokowi, red) menganggarkan untuk tahun 2015. Tapi kita berharapnya seperti itu, apakah nanti negara berhutan ke negara lain, kita mana tau, dan itu mungkin saja. Soalnya anggaran ini mencapai triliunan rupiah, dan harus ada penambahan lagi dari sebelumnya," jelasnya .
| ADM

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2014 Desa Krocok All Right Reserved