Breaking News
Loading...
Selasa, 06 Januari 2015

CSR Peduli Perdesaan Kenapa TIdak

Infodesaku | Jakarta 
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar meminta agar perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR), lebih peka dan peduli terhadap masyarakat perdesaan.
Karena tanggung jawab perusahaan tidak hanya sekedar untuk pemegang saham, tetapi memberdayakan masyarakat dari masalah lingkungan, pendidikan dan masalah sosial lainnya.
 
“Setiap hari pesan pendek (SMS) yang saya terima, kebanyakan menyampaikan keluhan soal tidak ada keperdulian CSR memperhatikan masyarakat desa yang wilayahnya berdiri perusahaan tambang, migas, dan sektor kehutanan. Ini hal serius yang harus segera disikapi,” ujar Menteri Marwan.
 
Menurut Menteri Marwan, keberadaan CSR harusnya lebih memperhatikan  dampak sosial dan lingkungannya untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Maksudnya, katanya lagi, kontribusi nyatanya bertujuan bagi pembangunan berkelanjutnya wilayah produksi perusahaan. “Pemberdayaan masyarakat, harus diperhatikan perusahaan. Tidak serta merta berpikir jangka pendek saja,” ujarnya.
 
Beberapa keluhan itu, Menteri Marwan  mengungkapkan, adanya warga yang menyampaikan masalah kurangnya pemberdayaan kreatif warga desa. Kemudian, ada juga yang meminta pemerintah melalui Menteri Desa berani bersikap kepada perusahaan yang tidak tepat sasaran memberikan bantuan.
 
“Kalau disuruh bersikap, pasti saya akan segera bertindak. Saya masih menjalani proses cek kepada perusahaan yang dikeluhkan warga. Saya akan verifikasi pengaduan itu. Karena menyangkut kesejahteraan warga desa atau masyarakat transmigrasi, tidak hanya pemerintah, tapi juga perlunya keperdulian perusahaan,” ujar Menteri Marwan.
 
Marwan mengatakan, Indonesia adalah negeri kaya alamnya. Kalimantan, Sulawesi, Papua atau wilayah lainnya yang kaya dengan tambang migas dan sektor kehutanannya, harusnya sudah bisa menjadikan warga menjadi masyarakat mandiri. Artinya, katanya lagi, menjadi warga yang produktif untuk meningkatkan taraf hidupnya.
 
Jika pada akhirnya di daerah kaya ternyata masih banyak kesenjangan, Menteri Marwan mengatakan, maka diperkirakan ada yang salah dalam pengelolaannya. Masih ada yang belum beres memberdayakan warganya. “Bahkan masih ada yang patut dipertanyakan keperdulian perusahaan dalam memperhatikan warga di sekitar wilayah produksinya,” ujarnya.
 
Namun, kata Menteri Marwan, tidak semua perusahaan mengabaikan kondisi sosial masyarakat perdesaan. Banyak juga perusahaan yang membentuk pola manajemen CSR  sendiri,  yang sudah sejalan dengan komitmen bersama dengan masyarakat.  “Agar terjadi keseimbangan antara kepentingan internel dengan eksternal. Harus saling melengkapi,” ujarnya.
 
“Beberapa CSR sudah bertemu langsung dengan saya. Mereka menjelaskan program kerja yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat desa yang ada di wilayah produksinya,” ujarnya.
 
Dikemukakan Menteri Marwan lagi, ada CSR  yang menjadikan desa wisata. Ada desa wilayah transmigrasi yang dikembangkan menjadi desa mandiri dengan pengembangan pangan dan budidaya perikanan. “Dan ada juga yang memberikan bea siswa kepada warga desa berprestasi dan kemudian harus mengabdi kembali ke desa asalnya,” ujar Menteri Marwan. (*) | INDES

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2014 Desa Krocok All Right Reserved