Breaking News
Loading...
Senin, 20 April 2015

“AMY” Peringatan Hari Kartini Momentum Semangat Perubahan Bagi Warga Desa


Infodesaku | Bogor
Di Kabupaten Bogor hidup seorang perempuan bagai Kartini, adalah Ade Munawaroh satu diantara sekian banyak sosok perempuan yang berjiwa seperti sosok Kartini. Menjadi pejuang bagi aspirasi masyarakat yang gigih dalam kiprahnya di dunia politik. Awal pendidikan politik dimulai dari
fakultas hukum yang mengantar dirinya menjadi seorang advokat selama 11 tahun, ditunjang oleh lingkungan keluarga yang kental dengan dunia politik hingga akhirnya membawa Ade Munawaroh terjun kedalam politik praktis.

Karier Ade Munawaroh diawali dengan masuk kesalah satu partai politik yang mengantarkannya ke DPRD kabupaten Bogor selama 2 priode berturut turut. Bahkan pada awal periode jabatanya Ade Munawaroh menjadi ketua komisi A DPRD kabupaten Bogor, dan pada kali kedua menjabat sebagi wakil ketua DPRD Kabupaten Bogor. Ini bukti komitmen Ade Munawaroh dalam mengemban tugas partai dan perjuanganya bagi masyarakat Bogor, juga sebagai bukti bahwa sosok pribadinya layak disandingkan dengan sosok Kartini pada masa kini.

“Saya di politik semata-mata bukan hanya berkarir, juga ada sesuatu yang bisa kita berikan kepada masyarakat, artinya puncak daripada karir di politik adalah bagaimana kita menjadi seorang pemimpin di suatu daerah. Dan cita-cita menjadi pemimpin itu tentunya harus cita-cita yang memang bukan hanya untuk diri sendiri, lingkungan atau partai politik, tetapi harus dirasa oleh masyarakat secara keseluruhan.

Artinya, tujuan pemimpin akan sukses apabila dia telah berhasil memakmurkan masyarakat, dan ini salah satu tujuan saya dalam meraih cita-cita menjadi seseorang yang bisa memimpin baik itu di partai politik, maupun di legislatif, atau kalau ada kesempatan barangkali di eksekutif, ini salah satu bukti bagaimana kita bisa berbuat lebih untuk masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor”, ungkapnya dalam wawancara dengan infodesaku.

Dimata Ade Munawaroh sosok kartini adalah perempuan lembut dan berkharisma anggun tetapi punya keinginan untuk mendobrak tradisi, dikatakan mendobrak tradisi karena berkeinginan kuat melakukan perubahan bagi kaumnya. “ Mendobrak tradisi bukan berarti melawan apa kata orang tua ataupun apa kata adat, tetapi bagaimana dia ingin bahwa perempuan bangsa Indonesia bisa lebih maju dan bisa mendapatkan pendidikan seperti yang didapat perempuan belanda zaman dulu, dan berperan aktif dalam hidup berbangsa”, tambah Ade Munawaroh.

Berbicara sosok Kartini yang berani mendobrak tradisi dan keberanian melakukan perubahan ini dapat menjadi nilai teladan oleh penerus generasi bangsa dalam semangat perjuangan. Semangat melakukan perubahan ini yang memang harus ditranformasikan kepada generasi bangsa, khususnya kaum perempuan.

“Pemimpin adalah pelayan bagi masyarakatnya, Artinya, adakala rakyat butuh sesuatu bagaimana kita harus bisa mengabulkan permintaan tersebut jangan hanya rakyat yang harus disuruh berfikir, ini tekhnisnya begini, ini aturannya begini, ini undang-undangnya begini. Ibaratnya seorang koki kalau tuan rumah ataupun nyonya ingin sayur sop misalkan, lalu si koki bagaimana caranya membuat sayur sop yang enak, nah pemimpin juga harus bisa begitu. Artinya, bagaimana seorang pemimpin harus bisa menyediakan program dan melayani dengan baik aspirasi masyarakat, karena ini tugas nyata seorang pemimpin” ujar Ade Munawaroh.

”Sederhananya, siapkan program yang langsung bisa dinikmati dan dirasakan oleh masyarakat. Misalkan, bagaimana pendidikan di Kabupaten Bogor harus lebih meningkat. Sampai saat ini pemerintah sudah menggratiskan pendidikan tingkat SD sampai SMP, tetapi perlu dilihat juga bahwa wajib belajar yang kita canangkan 9 tahun baru mencapai 8,4%, bagaimana kita mewujudkan 9 tahun, selanjutnya tugas pemerintah adalah berusaha bagaimana rakyat bisa sekolah dan pemerintah yang menyelesaikan kendalanya” ujar Ade Munawaroh dengan antusias.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, pentingnya pendidikan bagi warga khususnya warga pedesaan, bila dilihat standar minimal satu desa harus mempunyai satu Sekolah Dasar. Namun faktanya di setiap Kecamatan belum memenuhi kuota yang diharapkan, artinya bagaimana rakyat bisa pintar kalau sekolah sebagai sarananya pun belum memadai. Ini menjadi tugas pemerintah untuk menyediakan fasilitas yang lebih memadai dan layak untuk pendidikan. Keinginan anak-anak di desa untuk bersekolah cukup tinggi, tapi terkendala dengan medan dan jalannya yang belum bagus, ini menjadi salah satu faktor penyebab kenapa anak – anak bisa sampai putus sekolah.

Selain pendidikan yang harus di perhatikan, infrastruktur desa pun harus menjadi perhatian. Suatu desa yang infrastrukturnya maju, bisa dipastikan juga roda perekonomiannya maju dibandingkan dengan desa yang jalannya atau infrastrukturnya belum bagus. Tetapi ketika infrastruktur jalannya bagus maka tidak ada lagi kesulitan bagi masyarakat untuk pergi ke pasar, untuk bekerja dan lain sebagainya, karena jalan desa adalah akses vital warga pedesaan. Maka wajar saja jika warga desa berpendapat, seorang pemimpin yang sukses, bisa dilihat ketika bagaimana proses pembangunan di desa dapat berjalan dengan baik.

APBD maupun dari APBN untuk masyarakat desa yang merupakan sumber dana bagi pemerintahan desa yang secara akuntabilitas dan transparan akan membantu warga desa. Tinggal bagaimana seorang kepala desa bisa mampu mengelola sumber dana tersebut. Menurut Ade Munawaroh, anggaran yang turun ke desa itu harus dipergunakan dengan baik semata-mata untuk kepentingan masyarakat dan untuk pembangunan desa jikalau ada penyelewengan tentunya akan ada persoalan dan menyulitkan diri sendiri.

“Haruslah benar cermat dalam menggunakan anggaran itu dan tentunya pemerintah daerah pun berkewajiban untuk membimbing dan memperhatikan dalam hal penggunaan anggaran, karena jangan sampai ketidakmengertian seorang kepala desa bisa menjadi kendala hukum, dan itu adalah tanggung jawab pemerintah daerah agar seorang kepala desa dapat nyaman bekerja dan bisa menggunakan anggaran dengan baik serta mampu mensejahterakan warganya” terang Ade Munawaroh.

Dalam bidang kesehatan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dari pemerintah, itu sudah menjadi hak masyarakat, maka pemerintah daerah wajib memperhatikan. di kabupaten Bogor sudah punya 4 rumah sakit, tetapi idealnya masih butuh 2 rumah sakit umum yang besar untuk masyarakat Bogor. Ini harus disegera upayakan di desa karena masyarakat sangat membutuhkan rumah sakit umum atau puskesmas yang memiliki pelayanan dengan fasilitas yang memadai, misalkan puskesmas itu terdapat rawat inap untuk memfasilitasi warga desa yang jauh dari keramaian kota, sebagai langkah pengobatan pertama.

Diakhir wawancaranya Ade Munawaroh menghimbau kepada masyarakat untuk mencintai desanya sendiri dengan selalu menjaga kemurnian dan keaslian daerah sebagai kearifan dan kekuatan pertahanan budaya bangsa. Kartini ini adalah momentum semangat dan perubahan yang luar biasa dan mesti diteladani agar bangsa ini menjadi maju berkeadaban, adil, makmur dan sejahtera bagi bangsa, khususnya bagi warga Bogor. “ Selamat Hari Kartini, selamat untuk kaum wanita yang ingin berprestasi, kejarlah terus prestasi itu, karena dalam hidup ini banyak sekali yang harus kita pelajari, jangan berhenti untuk belajar” akhir kata Ade Munawaroh kepada infodesaku dengan semangat.
| YAS

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2014 Desa Krocok All Right Reserved