Breaking News
Loading...
Rabu, 01 April 2015

Sosialisasi Rencana Giling Tahun 2015 Pabrik Gula Blora PT. GMM.




Infodesaku – Todanan | Bertempat di kantor Tanaman sosialisasi giling PG Blora Bupati Blora, Djoko Nugroho menghadiri Sosialisasi Rencana Giling Tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Pabrik Gula Blora PT. GMM di lokasi Pabrik Gula Blora.
Turut hadir dalam rombongan Bapak Bupati, Kepala Bappeda Kab. Blora, Kepala Disperindagkop  dan UMKM Kab. Blora dan Kepala Dintanbunakikan Kab. Blora., Petrokimia Gresik, APTRI Blora, KPTR, Kelompok Tani Tebu serta sejumlah petani untuk menyambut musim giling PG Blora 2015.
Selaku pembicara dari PG Blora yaitu Kepala Divisi Tanaman PG Blora, Ibu Wahyuningsih memaparkan bahwa musim giling PG Blora akan dimulai pada tanggal 1 Juni 2015 dengan target giling 543.00 ton tebu. Syarat untuk tebu yang bisa disetorkan adalah tebu yang memiliki kriteria MBS (Manis, Bersih, Segar). Sebelum menyetorkan tebu ke PG Blora, petani tebu harus mendapat SPTA (Surat Perintah Tebang Angkut) dari PG Blora terlebih dahulu.
        Dalam sambutannya, Dirut PT. GMM, Kamajaya menceritakan kronologi pembangunan Pabrik Gula Blora yang mana pabrik ini merupakan yang pertama dibangun di Pulau Jawa sejak tahun 1984. Kamajaya juga mengungkapkan betapa Bupati Blora sangat mendukung berdirinya pabrik gula ini untuk menyokong ekselerasi pembangunan di Kabupaten Blora. Kamajaya menyampaikan bahwa Pabrik Gula Blora tetap pada komitmennya untuk menampung semua tebu milik petani Blora. Tahun 2014 lalu memang terdapat kendala pada boiler yang bermasalah, sehingga Pabrik Gula Blora tidak dapat menampung tebu secara maksimal. Namun kerusakan pada boiler tersebut telah tuntas diperbaiki satu minggu yang lalu. “Jadi saya tegaskan bahwa kita prioritasnya menghabiskan tebu yang ada di Blora terlebih dahulu,  karna target giling minimum 500 truk per hari dengan kapasitas truk 6.5-7 ton. InsyaAllah kalau bisa 700 truk. Jadi kita targetkan 4.000 ton per hari” ujarnya.
Djoko Nugroho mengungkapkan perasaan bahagianya karena dari paparan yang diberikan oleh PT. GMM disebutkan bahwa PT. GMM akan menampung seluruh tebu milik petani Blora. Hal ini tentu akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Blora, khususnya petani tebu.
          Menyinggung mengenai jalan yang bisa rusak karena dilalui truk-truk tebu, Djoko Nugroho melarang mengangkut tebu dengan menggunakan truk fuso. “Saya melarang pengangkutan tebu dengan menggunakan truk fuso. Saya larang. Karena resiko kerusakan jalan jadi semakin besar dan hal ini tentu akan membawa dampak negatif bagi pengguna jalan yang lain” tegasnya.
Djoko Nugroho juga meminta kepada KPTR dan APTRI untuk merangkul semua petani tebu yang belum tersentuh dan melakukan pendampingan manajemen terhadap para petani tebu tersebut, sehingga terjadi pemerataan kesejahteraan petani. “Saya ingatkan kepada APTRI dan KPTR bahwa pabrik gula ini untuk kesejahteraan kita semua. Bukan untuk kelompok atau golongan. InsyaAllah bila semua tebu Blora terserap, maka IPM Kabupaten Blora dari peringkat 33 pada tahun 2010, kemudian naik ke peringkat 28 pada tahun 2013 yang lalu akan dapat meningkat lagi. Karena sebab itulah Pabrik Gula Blora didirikan” ujarnya Bupati Blora yang akrap di sapa KOKOK.
        Kepada wartawan infodesaku kepala desa Tinapan A. Istiono memaparkan harapannya dengan perdana penggilingan tebu ini “ Kami berharap kegiatan penggilingan perdana ini berjalan lancar dan tidak mengalami kerusakan lagi sehingga masyarakat petani tebu yang berada di desa Tinapan pada khususnya dan Blora pada umumnya tanaman tebunya dapat di serat semua oleh  Pt. GMM ini, sehingga dapat meningkatkan kesejahtraan petani tebu itu sendiri “ Ungkapnya | ARAS.

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2014 Desa Krocok All Right Reserved