Breaking News
Loading...
Kamis, 16 Oktober 2014

Penggemukan Kambing Rambon yang Menjanjikan

Infodesaku | Lampung - Selamet warga Dusun IV Desa Rawa Selapan Kec. Candipuro Kab. Lampung Selatan sebelumnya berbisnis dibidang pembangunan atau kontraktor. Namun, belakangan ini dirinya sibuk dibelakang rumahnya yang ternyata pak Selamet lagi memberi makan kambing-kabingnya sejumlah 100 ekor.

Saat ditanya atas alih profesinnya, Selamet mengatakan, “iseng obat jemu pak dan ingin lebih jauh mengetahui bisnis kambing rambon.
Ditelisik lebih jauh Selamet menerangkan kenapa dirinya mencoba-coba memelihara kambing sampai ratusan ekor. “awalnya saya membaca dari majalah tentang beternak kambing atau penggemukan kambing rambon, terutama pola makannya yang harus kita perhatikan secara vermentasi.

Kenapa sih makanan kambing harus divermentasi, kenapa orang-orang ketika beternak kambing atau hewan sapi mengapa mereka disibukan dengan mencari rumput atau mengarit, apa persoalannya? Apakah dari dinas peternakan tidak mengarahkan atau kurang perhatian terhadap pelatihan bagaimana cara beternak kambing, kenapa sih kita tidak mengarah peternakan kambing tradisional mengarah ke peternakan kambing teknologi profesional.

Kita bisa melihat peternakan kambing yang berhasil antara lain di Bandung, Semarang, Malang dan Kediri. Untuk bibit kambing ini saya datangkan dari kediri sementara kandang yang ada juga belum maksimal tetapi sudah teregistrasi di Bandar Lampung dan Kota Metro, mau mengajukan registrasi di Lampung Selatan tidak bisa, tidak tau apa persoalannya.

Jadi karantina dari Jawa ke Bandar Lampung (laporan) terus kekarantina Kota Metro dari Metro saya kembali saya dibantu biaya hidup kambing per ekor 50.000 rupiah terus dibawakan konsentrat 5 kwintal untuk per 100 ekor kambing.

Saat diambil kambing-kambing ini berumur 5 – 6 bulan setelah kita pelihara ± 3 bulan sudah dapat kita pasarkan atau layak konsumsi. Untuk sementara ini informasi yang saya dapat bahwa daging kambing ini dapat dikonsumsi oleh orang yang mempunyai tekanan darah tinggi, namun secara pasti belum ada keterangan dari medis, sedangkan untuk penjualannya kambing-kambing tersebut dilempar ke Jambi, sesuai permintaan pasar.
Jadi kalau penjualan kambing-kambing ini daerah mana yang minta kami kirim. 

Selain kosentrat kambing tersebut kami berikan makan hijau daun pagi, siang dan malam. Untuk mesin cacah hijau daun kami sudah ada untuk itu kepada masyarakat Rawa Selapan dan warga Candipuro khususnya saya mengajakk untuk beternak atau penggemukan kambing disamping keuntungannya menjanjikan bisa mencapai 50 % ya mudah-mudahan Kecamatan Candipuro Desa Rawa Selapan bisa menjadi sentral peternak kambing atau penggemukannya, harap Selamet. | ANDY

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2014 Desa Krocok All Right Reserved